Anti Bosan! Pakai Gaya Ini Agar Tampilan Feeds Instagram Untuk Berjualan Terlihat Keren

Media sosial saat ini tidak terbatas hanya untuk berinteraksi dengan orang lain lagi, kini media sosial menjelma menjadi tempat untuk sebagian orang berjualan. Menunjukkan pada khalayak bahwa ia sedang berjualan, banyak orang yang mencoba menampilkan citra tertentu untuk menarik pembeli. Salah satunya adalah merapikan dan mendesain tampilan feeds Instagram semenarik mungkin. Memang, gaya desain selalu berubah setiap tahunnya. Tapi ada, lho, beberapa gaya desain yang selalu menjadi tampilan untuk beberapa feeds Instagram. Bukan hanya keren, tapi juga tidak membuat calon pembeli bosan, bahkan bisa memperlihatkan profesionalisme mu. Berikut ada beberapa referensi yang bisa kamu pakai untuk merapikan feeds Instagram mu.

  1. Menggunakan Desain dengan Warna Senada
    Maksudnya adalah dengan memakai latar belakang foto dengan warna yang senada. Sebagai contoh, untuk setiap 3 post sekali kamu bisa memakai warna yang berbeda dari jenis warna pastel. Atau memakai warna primer (Merah, biru, kuning).
  2. Memakai Warna Desain Feeds Sesuai dengan Warna Brand
    Untuk gaya desain feeds ini biasa dipakai oleh banyak perusahaan besar. Selain warna desain yang mencerminkan brand tertentu, penempatan layout dan font juga disesuikan dengan Graphic Standard Manual Brand tersebut. Walau demikian, jika usahamu dirasa belum besar, kamu tetap bisa memakai desain feeds seperti ini juga. Ini menunjukkan profesionalisme.
  3. Feeds Gaya Hidup
    Selain menampilkan produk yang dijual, kamu juga boleh menampilkan foto gaya hidup seseorang. Desain feeds ini dikenal juga sebagai “Lifestyle Feeds”. Sebagai contoh, jika produk yang kamu jual adalah kue, maka foto yang bisa kamu pakai adalah orang yang sedang piknik, membaca sambil mendengarkan musik.
  4. Monotheme Feeds
    Untuk gaya feeds yang ini adalah dengan menampilkan foto produk saja. Umumnya produk akan difoto secara close-up, dan tentunya kamu harus memiliki kemampuan foto yang baik. Untuk hasil yang lebih maksimal, kamu harus memilikim memoto produkmu dengan kamera.

Sekian artikel kami tentang cara mengatur feeds Intagram untuk berjualan, semoga tulisan ini bisa membantu kamu untuk mencari referensi. Semoga beruntung.

Memaksimalkan Media Sosial Sebagai Wadah Untuk Berbisnis Daring

Adalah sebuah keniscayaan bahwa zaman selalu berubah. Baik dalam bidang apapun, siapapun orangnya, mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan zaman agar bisa terus bersaing untuk terus bertahan. Tak terkecuali dalam bidang bisnis. Layaknya teknologi, tren bisnis terus melaju ke arah daring dari kovensional. Sudah seyogyanya bagi para pelaku bisnis untuk terus mengikuti tren dan memahami bagaimana bisnis bisa bekerja di zaman daring.

Dari sekian banyak cara, salah satu yang paling sering dijumpai adalah berbisnis dengan memanfaatkan media sosial yang dimiliki. Media sosial merupakan sarana yang bisa dilakukan manusia untuk bisa berinteraksi satu sama lain secara daring. Sebut saja Instagram, Facebook, Line, media sosial yang bisa digunakan untuk bersosialisasi dengan rekan, kolega, ataupun bertemu dengan orang baru secara daring.

Data dan Alasan Untuk Berbisnis Lewat Media Sosial

Media sosial masih menjadi yang teratas sebagai platform yang digunakan masyarakat Indonesia untuk transaksi e-commerce. Menurut data dari databoks.katadata.co.id, yang dihimpun dari Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) pada tahun 2017, transaksi daring melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram mencapai persentase 66%. Di posisi wahid ada Facebook dengan persentase 43% sebagai yang mengambil pangsa pasar.

Di sisi lain, survei yang dilakukan startup logistik berbasis teknologi, Paxel, kepada 535 penjual daring di Indonesia, menunjukkan bahwa pelaku UKM lebih suka memakai Whatsapp sebagai media untuk berbisnis daring. Tapi meski demikian, 87% dari mereka memakai lebih dari satu platform untuk memasarkan produk dagangannya. Secara berurutan, pelaku UKM lebih sering memakai Whatshapp (84%), Instagram (81%), Shopee (53%), Facebook (36%), Tokopedia (29%), dan terakhir Bukalapak (18%).

Masih dari survey yang dilakukan Paxel, Paxel menemukan data bila kepemilikan toko secara fisik sudah tidak relevan lagi di era digital. Ada 83% pelaku bisnis daring mengaku tidak memiliki toko fisik, da nada 14% pelaku bisnis daring yang telah menutup toko fisiknya untuk beralih ke toko daring. Alasan utamanya adalah berjualan secara daring lebih mendatangkan keuntungan.

Melihat data-data yang telah disampaikan, tentu tidak ada salahnya bila mencoba bisnis secara daring melalui media sosial. Kamu tidak mau, kan, untuk kehilangan potensi yang besar ini? Sudah barang tentu untuk memiliki konsumen yang banyak menjadi kesenangan untuk para pelaku bisnis.

cropped-logo1-1.png

Alamat Kami

Jl. Ciwulan no. 34 Cihapit
Bandung, Jawa Barat
40114

18 Office Park Lantai 10 Unit A
Jl. TB Simatupang No. 18
Jakarta Selatan, Indonesia
12520

Email: hello@nectico.com
WhatsApp: +62 813 2536 888

Dapatkan Informasi Terbaru Nectico!

© Copyright 2020 PT Nectico Nusantara Teknologi. All Rights Reserved.

cropped-logo1-1.png

Alamat Kami

Jl. Ciwulan no. 34 Cihapit
Bandung, Jawa Barat
40114

18 Office Park Lantai 10 Unit A
Jl. TB Simatupang No. 18
Jakarta Selatan, Indonesia
12520

Email: hello@nectico.com
WhatsApp: +62 813 2536 8885

© Copyright 2020 PT Nectico Nusantara Teknologi. All Rights Reserved.

× Butuh Bantuan?