Koperasi: Definisinya di Zaman Modern

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Dari lingkup paling sederhana yang disebut keluarga, sampai lingkup kompleks yang sudah kita kenal dengan negara, manusia dari lahir sampai akhir hayat tentulah saling membutuhkan satu sama lain. Ada banyak cara yang dilakukan manusia untuk mencapai tujuannya. Hidup dan berbaur dengan manusia yang memiliki entitas yang sama adalah satu dari sekian cara yang biasa ditempuh. Entah terikat dengan individu lain yang memiliki latar belakang yang sama, bahkan dengan individu yang memiliki hobi yang serupa. Secara alami pernyataan sebelumnya bisa mengerucut menjadi pertanyaan “bagaimana manusia bisa terikat dengan komunitas yang berisi individu-individu dengan entitas yang sama?,” atau “bagaimana bentuk wadah yang bisa menaungi banyak individu untuk mencapai tujuannya?”

Di zaman manusia modern (dengan asumsi setelah masa Revolusi Industri pertama di Inggris), manusia mulai menjadi “sibuk” untuk bisa berbaur dengan perubahan besar-besaran dari berbagai sektor. Pasca zaman mesin uap ditemukan, begitu banyak keperluan manusia yang sebelumnya sulit didapat menjadi mudah diterima. Bersamaan dengan revolusi industri, lahir pula sebuah nama yang dalam sejarahnya sudah menjelma menjadi tempat untuk berbagai individu berkumpul dan memiliki visi yang sama, hal itu kita kenal dengan nama Koperasi.

Mungkin yang paling lumrah kita dengar seputar koperasi adalah organisasi ekonomi yang berisikan banyak individu untuk mencapai tujuan yang sama. Diluar dari tujuan tersebut, koperasi berisikan individu-individu dengan visi yang sama, dengan manfaat di bidang ekonomi, untuk bisa mensejahterakan antar anggotanya. Di Indonesia sendiri, UU seputar koperasi termaktub dalam UU Nomor 25 tahun 1992, dengan isi Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang -seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Menarik untuk disimak, bahwa koperasi sebagai wadah atau organisasi yang beranggotakan individu-individu dengan tujuan yang sama. Terlepas dari manfaat ekonomi yang diterima anggotanya, koperasi adalah sebagian kecil bagaimana setiap manusia berupaya terus-menerus untuk bisa mencapai tujuannya. Sebab tujuan dari manusia berorganisasi atau berkumpul dengan manusia lainnya adalah untuk terus bisa bertahan hidup. Selebihnya biarkan seleksi alam yang menjawabnya. Teori evolusi telah menjawabnya.

Kembali ke persoalan koperasi, apakah di era Revolusi Industri 4.0 koperasi bisa terus bertahan? Untuk menjawab ini, perlu disamakan dahulu persepsi soal koperasi sendiri. Bila koperasi yang dimaksud adalah “Organisasi ekonomi”, mungkin jawabannya iya. Tapi bila koperasi dalam arti “Tempat individu-individu dengan visi yang sama”, sudah pasti iya.

Untuk persoalan yang pertama, mungkin benar koperasi akan bertahan sebagai “organisasi ekonomi” bila setiap anggotanya sudah mengerti tujuan awal dari koperasi. Atau dengan cara lain, yaitu koperasi sebagai “organisasi ekonomi,” harus menggandeng komunitas-komunitas tertentu untuk bisa menarik minat generasi muda. Seperti yang dikatakan Yeni Saptia, Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dilansir dari jambi.antaranews.com, peran komunitas dalam koperasi sangat penting, sebab komunitas bisa ikut memperkuat koperasi melalui silaturahmi antar angotanya. Sebagai contoh ada tokoh agama yang bisa mengajak anggotanya untuk bisa ikut andil dalam koperasi tersebut.

Tentu, hal diatas sangat mencerminkan nilai-nilai Indonesia yang menyukai kekeluargaan dan gotong royong, sesuai dengan prinsip utama koperasi.

Nectico dalam Acara Gerakan Inovasi dan Transformasi Digital Koperasi

Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia mengundang Nectico dalam rangkaian acara Gerakan Inovasi dan Transformasi Digital Koperasi pada 19 November 2020 di Kota Bandung, Jawa Barat.

Pada acara ini, Nectico diberikan kesempatan untuk menjadi salah satu kolaborator Kementerian untuk mencapai program pemerintah dalam Digitalisasi Koperasi Indonesia. Diwakili oleh CEO & CMO Nectico, Amry Amanah & Candra Purnomo, Nectico mendapatkan kesempatan untuk memaparkan fitur-fitur dalam Aplikasi Pengurus Koperasi dan Aplikasi Anggota Koperasi kepada koperasi-koperasi tersebut.

Peserta acara ini diantaranya adalah; Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo, dan beberapa Koperasi di Indonesia.

Dalam pidatonya, Teten Masduki mendorong pelaku Koperasi & UMKM untuk transformasi menjadi digital. “Ini juga sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap citra koperasi. Karena transformasi koperasi dan UMKM ke arah ekonomi digital telah menjadi keniscayaan,” kata Teten.

Namun diakui Teten, transformasi digital bagi koperasi pun diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar bisa mendorong untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi. Karena itu, beliau menginginkan startup seperti Nectico yang memiliki keunggulan dalam bentuk pendampingan penggunaan aplikasi, untuk terus berkembang agar dapat membantu Koperasi yang memiliki potensi besar maupun yang masih baru memulai.

cropped-logo1-1.png

Alamat Kami

Jl. Ciwulan no. 34 Cihapit
Bandung, Jawa Barat
40114

18 Office Park Lantai 10 Unit A
Jl. TB Simatupang No. 18
Jakarta Selatan, Indonesia
12520

Email: hello@nectico.com
WhatsApp: +62 811 248 0508

Dapatkan Informasi Terbaru Nectico!

© Copyright 2020 PT Nectico Nusantara Teknologi. All Rights Reserved.

cropped-logo1-1.png

Alamat Kami

Jl. Ciwulan no. 34 Cihapit
Bandung, Jawa Barat
40114

18 Office Park Lantai 10 Unit A
Jl. TB Simatupang No. 18
Jakarta Selatan, Indonesia
12520

Email: hello@nectico.com
WhatsApp: +62 811 248 0508

© Copyright 2020 PT Nectico Nusantara Teknologi. All Rights Reserved.

× Butuh Bantuan?