Memaksimalkan Media Sosial Sebagai Wadah Untuk Berbisnis Daring

Adalah sebuah keniscayaan bahwa zaman selalu berubah. Baik dalam bidang apapun, siapapun orangnya, mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan zaman agar bisa terus bersaing untuk terus bertahan. Tak terkecuali dalam bidang bisnis. Layaknya teknologi, tren bisnis terus melaju ke arah daring dari kovensional. Sudah seyogyanya bagi para pelaku bisnis untuk terus mengikuti tren dan memahami bagaimana bisnis bisa bekerja di zaman daring.

Dari sekian banyak cara, salah satu yang paling sering dijumpai adalah berbisnis dengan memanfaatkan media sosial yang dimiliki. Media sosial merupakan sarana yang bisa dilakukan manusia untuk bisa berinteraksi satu sama lain secara daring. Sebut saja Instagram, Facebook, Line, media sosial yang bisa digunakan untuk bersosialisasi dengan rekan, kolega, ataupun bertemu dengan orang baru secara daring.

Data dan Alasan Untuk Berbisnis Lewat Media Sosial

Media sosial masih menjadi yang teratas sebagai platform yang digunakan masyarakat Indonesia untuk transaksi e-commerce. Menurut data dari databoks.katadata.co.id, yang dihimpun dari Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) pada tahun 2017, transaksi daring melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram mencapai persentase 66%. Di posisi wahid ada Facebook dengan persentase 43% sebagai yang mengambil pangsa pasar.

Di sisi lain, survei yang dilakukan startup logistik berbasis teknologi, Paxel, kepada 535 penjual daring di Indonesia, menunjukkan bahwa pelaku UKM lebih suka memakai Whatsapp sebagai media untuk berbisnis daring. Tapi meski demikian, 87% dari mereka memakai lebih dari satu platform untuk memasarkan produk dagangannya. Secara berurutan, pelaku UKM lebih sering memakai Whatshapp (84%), Instagram (81%), Shopee (53%), Facebook (36%), Tokopedia (29%), dan terakhir Bukalapak (18%).

Masih dari survey yang dilakukan Paxel, Paxel menemukan data bila kepemilikan toko secara fisik sudah tidak relevan lagi di era digital. Ada 83% pelaku bisnis daring mengaku tidak memiliki toko fisik, da nada 14% pelaku bisnis daring yang telah menutup toko fisiknya untuk beralih ke toko daring. Alasan utamanya adalah berjualan secara daring lebih mendatangkan keuntungan.

Melihat data-data yang telah disampaikan, tentu tidak ada salahnya bila mencoba bisnis secara daring melalui media sosial. Kamu tidak mau, kan, untuk kehilangan potensi yang besar ini? Sudah barang tentu untuk memiliki konsumen yang banyak menjadi kesenangan untuk para pelaku bisnis.

5 Langkah Mudah untuk Memulai Jualan Daring

Rasanya di era sekarang bisnis daring mudah ditemui dimanapun. Contoh untuk urusan transaksi jual beli. Banyak pedagang yang awalnya menjual produknya secara luring, namun kini berubah menjadi daring. Juga sebaliknya, mereka yang membutuhkan barang tidak perlu lagi ke luar rumah untuk mendapatkan produk yang diinginkannya. Cukup buka platform e-commerce, lalu bisa menemukan produk apa yang dicarinya. Disamping kemudahannya, sifat dari berjualan daring sendiri fleksibel. Kamu bisa dengan mudah mengaksesnya. Pun untuk penghasilan yang bisa didapat tidak main-main, lho.

Tapi, masih ada yang ragu untuk memulai jualan secara daring. Entah karena tidak didukung oleh alat pendukung yang baik, sifat ragu hingga takut pun bisa menjadi faktornya. Tidak perlu risau, kami akan membagikan beberapa langkah mudah yang bisa kamu lakukan untuk memulai jualan secara daring. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Memahami Apa yang Ingin Dijual

Kamu harus mematangkan dengan baik apa yang ingin kamu jual, bahkan memahami pertanyaan “Untuk apa saya berjualan?” Sebab disini kamu akan memulai semuanya dari nol. Penting untuk membangun rencana yang baik. Bahkan untuk membuat rumah pun harus dibangun pondasi yang kuat, kan?

2. Riset Pasar dan Kompetitor

Kamu harus memahami juga selera pasar. Pahami apa yang banyak orang butuhkan. Juga ingat, kalau kamu tidak hanya berbisnis sendiri, ada banyak kompetitor. Kamu bisa membuat analisis apa saja kelebihan yang kamu miliki dan kekurangan kompetitormu. Jadikan ini sebagai sebuah peluang.

3. Promosikan Produk yang Dijual

Tentunya ini untuk meluaskan jangkauan jualanmu dan untuk meraih banyak pembeli. Kamu bisa mempromosikannya di media sosial yang kamu miliki, ataupun dengan melakukan iklan berbayar atau paid promote.

4. Pertahankan Pelanggan

Ini penting, lho. Bila kamu memiliki pelanggan yang setia, artinya toko kamu ataupun produk yang kamu berikan berhasil memuaskan mereka. Sesekali buatlah sebuah formulir yang bisa dibagikan ke pelangganmu untuk bisa menilai bagaimana kinerjamu selama ini. Kamu bisa melakukan evaluasi dari itu.

5. Terus lah Belajar

Untuk bisa mendapatkan informasi yang luas, kamu perlu terus belajar. Baik untuk mempelajari hal yang tidak pernah kamu pelajari sebelumnya, atau belajar dari sebuah kesalahan. Dengan belajar artinya kamu terus berupaya untuk lebih baik dari sebelumnya.

Menilik Keuntungan Menjadi Seorang Reseller

Sistem bisnis reseller bekerja dengan cara seorang penjual harus melakukan stok barang dari supplier atau distributor dengan cara membelinya. Seorang reseller umumnya akan mendapatkan harga yang lebih murah atau harga di bawah pasar. Maka disini seorang reseller bisa bebas menentukan harga jual barangnya secara mandiri.

Berbeda dengan dropshipper, bila ada pembeli yang ingin membeli barang tersebut, maka secara penuh seorang reseller lah yang harus mengirimkan barangnya, lengkap dengan namanya yang tertulis di nama pengirim. Maka otomatis pula, reseller juga yang mengemas barang tersebut.

Ada beberapa keuntungan yang akan didapat bila kamu berminat menjadi seorang reseller, diantaranya:

1 Bisa Memastikan dengan Jelas Ketersediaan Barang

Kamu bisa mengecek jumlah barang yang tersedia dan apakah semuanya layak dikirim atau tidak.

2. Penjualan Bisa Langsung Disetakan dengan Foto Barang

Hal ini tentunya bisa lebih meyakinkan calon pembeli untuk membeli barang yang kamu tawarkan tersebut. Kamu juga bisa menulis deskripsi barangnya sendiri.

3. Bisa Mengontrol Barang Secara Penuh

Maksudnya adalah kamu bisa menentukan harga secara sendiri, bisa tahu kapan harus stok barang kembali, dan memastikan rencana apa saja yang akan dilakukan untuk beberapa waktu kedepan.

Kamu bisa menentukan bisnis apa yang kamu mau, sesuai dengan potensi yang dimiliki. Dengan penawaran yang diberikan, tentu bukan hal yang mustahil untuk bisa sukses dengan bisnis menjadi seorang reseller.

Belajar Menjadi Dropshipper dan Apa Saja Keuntungannya

Secara garis besar, dropshipper adalah model bisnis yang dijalankan dengan memasarkan produk dimana penjual tidak perlu melakukan stok barang. Namun bila ada transaksi uang antara penjual dan pembeli, penjual harus meneruskan uang tersebut kepada supplier atau distributor. Selanjutnya supplier ataupun distributor akan mengirimkan barangnya kepada pembeli dengan nama pengirim adalah dropshipper tersebut. Singkatnya, dropshipper adalah perantara antara pembeli dengan penyedia barang.

Bila tertarik untuk menjadi distributor, ada beberapa keuntungan yang akan didapat, diantaranya:

  1. Tidak Membutuhkan Banyak Modal

Karena dropshipper bukan sebagai penyedia barang, maka sepenuhnya tanggung jawab ketersediaan barang ada di pihak supplier atau distributor. Bahkan seorang dropshipper tidak perlu melakukan manajemen barang.

2. Tidak Perlu Mengemas Barang

Walau nama pengirim barang akan ditulis atas nama dropshipper, tetapi kebijakan untuk mengemas dan mengirim barang ada di pihak penyedia barang.

3. Bisa Memiliki Supplier Lebih Dari Satu

Umumnya, sistem kerja sama antara dropshipper dengan penyedia barang tidak terikat. Maka bila ingin mendapatkan penghasilan lebih, seorang dropshipper bisa mencari lebih dari satu supplier ataupun distributor.

Tips

Sebelum menjual produk yang ditawarkan, bangun komunikasi yang baik dengan penyedia barang. Tanyakan secara rinci tentang ketersediaan barang dan yakinkan pada mereka bila kamu memang bersungguh-sungguh untuk menjadi dropshipper.

Pandemi Masih Berlangsung, Produk Ini Menjadi yang Paling Dicari

Mungkin banyak yang tidak mengira bila di tahun 2020 dunia akan mengalami pandemi virus Covid-19.  Banyak hal yang terkena dampak oleh wabah virus asal Wuhan ini. Sebut saja untuk mahasiswa tingkat akhir yang harus sidang hingga wisuda secara daring, sampai sektor pariwisata yang harus mengalami penurunan pemasukan. Tak terkecuali tren transaksi jual beli. Bila sebelumnya masih banyak yang melakukan kegiatan jual beli secara luring, maka saat pandemi yang mengharuskan banyak orang berdiam di rumah, tren jual beli pun beralih menjadi daring. Entah bagi mereka yang memang sudah terbiasa berbelanja secara daring, maupun bagi mereka yang baru pertama kali menggunakan e-commerce. Disamping kemudahan dan fleksibelnya belanja daring, ada banyak produk yang ditawarkan di dalam e-commerce, tentunya konsumen bisa diperlihatkan produk apa saja yang mereka inginkan selayaknya berbelanja secara luring. 

Tapi tahu tidak, ternyata ada, lho, beberapa kategori produk yang laris manis saat pandemi ini. Menurut data dari Tokopedia Sejak bulan Juli 2020 sampai September 2020, kategori Makanan & minuman, kesehatan, elektronik, dan peralatan rumah tangga menjadi kategori yang paling populer.  

Nuraini Razak, VP of Corporate Communications Tokopedia, mengatakan bila produk sembilan bahan pokok (Sembako) menjadi produk terlaris. Sedangkan untuk peralatan rumah tangga, penjualan produknya mengalami kenaikan sebanyak 2 kali lipat. Di kategori kesehatan, masker dan vitamin menjadi yang paling populer. Serta di kategori barang elektronik, produk terlaris terhitung sejak Juli 2020 sampai September 2020 adalah mouse, meja laptop, hingga webcam

Tren Belanja Daring: Dipaksa Berubah oleh Pandemi

Di penghujung tahun 2020, banyak media memberitakan apa saja tren yang akan terjadi di dunia belanja daring pada tahun 2021. Entah untuk kategori fesyen, produk perawatan diri, hingga makanan, semua diprediksi akan berbeda dari tahun sebelumnya. Namun satu yang pasti, tren belanja daring masih menjadi metode belanja yang paling digunakan di tahun 2020. Hal tersebut bisa terlihat dari statistik tren belanja daring di tahun 2019. Seperti yang dilansir dari laman sirclo.com, di tahun 2019 pertumbuhan kelas menengah di Indonesia naik 21% dari total populasi. Bahkan menurut berita yang dilaporkan McKinsey, industri platform belanja daring di Indonesia diprediksi pada tahun 2022 bisa mencapai nilai USD 40 milyar.

Memasuki Awal Tahun Hingga Kuartal III 

Siapa menyangka, di awal tahun 2020 sampai setidaknya sampai akhir tahun 2020, tren belanja daring meningkat drastis karena pandemi virus Covid-19. Terlebih saat beberapa bulan pertama, banyak masyarakat yang diharuskan untuk berdiam di rumah. Pastilah kebutuhan harus tetap terpenuhi. Maka mau tidak mau cara yang ditempuh adalah belanja secara daring. Seperti yang dilansir dari suara.com, Marketing Kantar Indonesia, Fanny Murhayati, mengatakan bahwa kategori makanan adalah yang tertinggi dicari sebab makanan merupakan kebutuhan primer. 

Memasuki Kuartal II, data dari Bank Indonesia menunjukkan adanya eskalasi transaksi belanja di e-commerce yang telah dilakukan sebanyak 383,5 juta. Tentunya angka tersebut diperoleh dari penambahan 39,05% transaksi dari Kuartal I. Banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah penambahan jumlah pengguna baru e-commerce. Mereka adalah yang sebelumnya belum pernah berbelanja secara daring. 

Di sisi lain, salah satu platform belanja daring, Tokopedia, mencatat sepanjang Kuartal III terdapat kategori favorit yang kerap dicari oleh penggunanya, yakni: Makanan dan minuman, kesehatan, alat elektronik, dan keperluan rumah tangga.  

Dari sisi ekonomi, yang diuntungkan adalah penjual dan pembeli. Penjual bisa mendapatkan target ekonomi yang mereka perlukan, dan pembeli bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Namun seperti sebuah koin yang bermata dua, dalam ekonomi ada teori “Permintaan dan Penawaran”. Tentu ini bisa mempengaruhi keseimbangan harga dan kuantitas yang ada. Dalam lingkup pasar bebas secara umum, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan bila seandainya permintaan lebih tinggi daripada penawaran, yakni mempelajari apa saja substitusi barang yang bisa dipakai. Secara eksplisit, ini mengarah bagaimana pasar bebas bekerja. Tentulah hal ini yang belum pernah dipelajari sebagian masyarakat, dan pandemi ini memaksa mereka terus mempelajari hal baru dan untuk terus belajar bagaimana cara bertahan hidup. 

cropped-logo1-1.png

Alamat Kami

Jl. Ciwulan no. 34 Cihapit
Bandung, Jawa Barat
40114

18 Office Park Lantai 10 Unit A
Jl. TB Simatupang No. 18
Jakarta Selatan, Indonesia
12520

Email: hello@nectico.com
WhatsApp: +62 813 2536 888

Dapatkan Informasi Terbaru Nectico!

© Copyright 2020 PT Nectico Nusantara Teknologi. All Rights Reserved.

cropped-logo1-1.png

Alamat Kami

Jl. Ciwulan no. 34 Cihapit
Bandung, Jawa Barat
40114

18 Office Park Lantai 10 Unit A
Jl. TB Simatupang No. 18
Jakarta Selatan, Indonesia
12520

Email: hello@nectico.com
WhatsApp: +62 813 2536 8885

© Copyright 2020 PT Nectico Nusantara Teknologi. All Rights Reserved.

× Butuh Bantuan?