Kiat-Kiat Meningkatkan Loyalitas Customer

Bagi seorang penguaha, memiliki customer yang setia adalah prestasi tersendiri. Tidak hanya soal banyaknya customer, memiliki customer setia bisa menandakan bahwa pengusaha tersebut pandai dalam memperlakukan mereka. Namun seringkali pertanyaan muncul, bagaimana cara meningkatkan loyalitas customer? Dalam tulisan kali ini, akan dibahas mengenai kiat-kiat meningkatkan loyalitas customer. Berikut uraiannya:

  • Jadilah Sigap dalam Melayani Customer
    Dalam memberikan layanan untuk customer, seorang pengusaha haruslah memiliki kesigapan dan ketepatan untuk memberikan yang terbaik. Hal tersebut seingkali menjadi indikator seberapa pedulinya pengusaha kepada customer nya. Untuk meningkatkan performa perusahaan, teruslah riset apa saja yang customer butuhkan, jawab ketika customer menanyakan bantuan, dan bersikap ramah lah kepada mereka.
  • Memberikan Reward kepada Customer
    Tidak perlu memberikan reward yang mewah pada customer, hal-hal seperti memberikan mereka kupon belanja, poin belanja, bisa membuat citra perusahaan semakin bagus. Lakukan riset tentang apa saja yang disukai customer, kemudian dari data yang sudah didapat, perusahaan bisa melakukan reward apa yang sekiranya cocok.
  • Buat Kuisioner Kepuasan Customer
    Sesekali buatlah kuisioner untuk dibagikan ke customer. Di dalamnya isi dengan beberapa pertanyaan apa saja pelayanan yang sudah baik dan apa yang perlu ditingkatkan. Baik kuisoner luring atau daring, jawaban-jawaban dari customer bisa dijadikan acuan untuk perusahaan menjadi lebih baik lagi.
  • Konsisten Pertahankan Pelayanan yang Terbaik
    Saat perusahaan berkomitmen memberikan yang terbaik untuk customer nya, maka secara konsisten harus lah lakukan hal tersebut. Konsistensi dalam memberikan pelayanan menunjukkan bahwa profesioanlitas telah tertanam dalam perusahaan tersebut.

4 Kemampuan yang Wajib Dimiliki Pengusaha

Saat membangun bisnis, baik bisnis yang bersifat luring atau daring, seorang pengusaha atau orang-orang di dalamnya wajib memiliki persiapan yang matang. Entah dari sisi strategi bisnis, strategi promosi, target yang akan dituju, semua membutuhkan rencana yang telah tersusun. Namun ibarat rumah, kesemua hal tersebut adalah pondasi yang harus memiliki tanah sebagai tempat berpijak, dan yang menjadi tanahnya adalah kemampuan-kemampuan pengusaha di dalamnya dalam menjalankan rencana bisnisnya. Dengan kata lain, setidaknya ada 4 kemampuan yang wajib dimiliki pengusaha, karena hal tersebut sangat menentukan bagaimana jalan bisnisnya kelak. Keempat kemampuan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kemampuan Mendengarkan
    Pada dasarnya, seorang pengusaha hanya perlu mendengarkan apa keinginan dari customer nya. Seorang pengusaha perlu membuka telinganya lebar untuk menerima masukkan apa saja yang customer sukai, tidak sukai, dan butuhkan. Ketika seorang pengusaha sudah bisa mendengarkan customer nya, maka loyalitas dari customer akan datang dengan sendirinya. Walau memang untuk memiliki kemampuan mendengarkan butuh kesabaran.
  • Kemampuan Memahami
    Saat seorang pengusaha sudah memiliki kemampuan mendengarkan, maka kemampuan selanjutnya yang perlu dimiliki adalah kemampuan untuk memahami. Dalam konteks bisnis, kemampuan memahami adalah mengerti betul apa yang customer inginkan, kemudian mencari jalan keluar bagaimana permasalahan tersebut bisa terjawab.
  • Kemampuan Beradaptasi
    Kita hidup di dunia yang serba cepat. Hal ini tentunya mengharuskan setiap pengusaha untuk selalu bisa beradaptasi dengan perubahan yang ada. Baik dalam bidang teknologi, tren yang sedang naik daun, pengusaha wajib bergerak cepat pula. Sebab seiring berjalannya waktu, persaingan semakin ketat. Bukankah tidak ada pengusaha yang customernya pergi, bukan?
  • Kemampuan Membaca dan Menafsirkan Data
    Membaca data berarti memahami isi dari apa yang tertulis, baik data dalam bentuk tulisan, ataupun gambar. Namun membaca saja tidak cukup, setelah itu seorang pengusaha haruslah memiliki kemampuan menafsirkan data. Kemampuan menafsirkan data berarti menangkap maksud perkataan berdasarkan data-data yang tertulis, jadi tidak hanya spekulasi belaka. Dalam contoh bisnis, seorang pengusaha bisa membaca dan menafsirkan data berapa jumlah customer dalam satu bulan.

Membangun Strategi Promosi yang Baik untuk Bisnismu

Untuk mencapai target bisnis, diperlukan strategi promosi. Entah untuk target jangka pendek ataupun jangka panjang, strategi promosi umumnya dilakukan untuk mengembangkan bisnis. Dengan strategi promosi akan membuat banyak orang mengetahui produk apa yang ditawarkan bisnimu. Maka peluang untuk meningkatkan penjualan akan terbuka lebar.

Namun kemudian, pernyataan tentang strategi promosi akan mengarah menjadi sebuah pertanyaan “Strategi promosi seperti apa yang bagus untuk bisnis?”. Dan berikut ada beberapa tips tentang bagaimana membangun strategi promosi yang baik.

  • Analisis Target Pasar
    Dalam sebuah transaksi bisnis, konsumen yang hadir berasal dari latar belakang dan karakter yang berbeda, maka beda pula pendeketan yang perlu dilakukan pada setiap konsumen. Untuk menjawab permasalahan tersebut, lakukanlah analisis target pasar.
  • Tentukan Target yang akan Dicapai
    Untuk menentukan target pastilah diperlukan strategi promosi. Dan tentu untuk setiap target selalu berbeda cara promosinya. Sebagai contoh, untuk meningkatkan jumlah penjualan di satu bulan tertentu, sesekali adakanlah promo besar-besaran. Atau untuk meningkatkan awareness di masyarakat, buatlah sebuah iklan yang bersifat reminding.
  • Memilih Media Promosi yang Tepat
    Sama halnya dengan target pasar, setiap media promosi juga memiliki pasarnya tersendiri. Tidak semua konsumen cocok untuk satu media promosi. Maka dari itu diperlukan strategi untuk memilih media promosi yang tepat.

Melihat apa saja kiat-kiat untuk membangun strategi promosi diatas, sudah sejatinya setiap bisnis memiliki strategi bisnis untuk mencapai targetnya. Dari sekian banyak media promosi yang bisa dipilih, kamu pun harus pandai membangun komunikasi yang baik secara dua arah. Maka dengan demikian, efektivitas dan efisiensi bisnis bisa dilakukan.

4 Tips Membangun Inovasi Untuk Bisnis

Dewasa ini persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat. Baik untuk yang bersifat luring atau daring, banyak pelaku bisnis melakukan banyak inovasi terbarukan untuk mendapatkan hati konsumen dan mempertahankan eksistensinya.

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, berinovasi bisa menjadi langkah yang bagus untuk menghadapi persaingan. Tidak adanya inovasi dari pelaku bisnis akan membuat konsumen merasa bosan hingga akhirnya konsumen tersebut akan beralih ke bisnis lain. Imbasnya adalah bisnis yang ditinggalkan tersebut akan kalah dalam persaingan.

Hal inilah yang mendorong banyak pelaku bisnis untuk terus melakukan inovasi, untuk terus bersaing dengan bisnis lainnya. Ada tips-tips yang setidaknya harus dipahami para pelaku bisnis untuk berinovasi, yaitu:

  • Memanfaatkan Teknologi
    Memanfaatkan teknologi berarti mengikuti juga perkembangannya. Dalam dunia yang modern, menggunakan teknologi bisa membuat pelaku bisnis selalu up to date dengan tren yang sedang naik daun. Hasil positifnya adalah inovasi yang dihasilkan memiliki mutu dan meminimalisir resiko kerja.
  • Membuat Diferensiasi Produk
    Diferensiasi produk berarti mencoba menciptakan produk unik yang beda dari yang lainnya. Hal ini bisa membuat persaingan semakin sengit dan produk tersebut bisa menjadi yang terlaris. Selain itu bisa juga mengembangkan produk yang sudah ada sebelumnya, seperti menaikkan kualitasanya atau memperbaui fitur-fiturnya. Ini membuat produk tersebut memiliki nilai tambah.
  • Meningkatkan Skill Sumber Daya Manusia
    Tenaga kerja yang memiliki keahlian tentulah bisa meningkatkan mutu produk yang dihasilkannya. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih, setiap tenaga kerja sesekali harus mencoba meningkatknya kemampuannya. Hal ini melingkupi bagaimana cara kerja yang efisien, mempelajari hal yang tidak pernah dipelajari sebelumnya.
  • Bagikan Survei Kepada Konsumen
    Untuk bisa berinovasi secara terus-menerus, sesekali buatlah survei kepada konsumen. Biarkanlah konsumen menulis apa saja yang baik dan kurang dalam bisnismu. Jadikanlah ini sebagai cara untuk bisa refleksi diri untuk mempelajari kesalahan-kesalahan selama ini, atau terus mempertahankan yang sudah bagus.

Sekali lagi, inovasi amatlah penting dalam bisnis. Dengan inovasi, konsumen akan selalu merasa tertarik dengan produk yang dijual.

Pentingnya Melihat Peluang untuk Mengembangkan Usaha

Bagi pengusaha, pastilah selalu ada keinginan untuk mengembangkan usahanya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk bisa mengembangkan usaha adalah jeli melihat peluang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peluang adalah kesempatan—yang baik jangan disia-siakan. Bila dikaitkan dengan usaha, maka peluang merupakan sebuah kesempatan dalam menjalankan serangkaian bisnis untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar dengan strategi-strategi yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Ada 2 faktor yang harus diperhatikan untuk menilai sebuah peluang—apakah itu baik atau tidak—yaitu:

  • Faktor Internal
    Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam tubuh perusahaan itu sendiri. Faktor ini melingkupi untuk menganalisis apa saja kelebihan dan kekurangan suatu usaha. Jadikan kelebihan sebagai nilai lebih atau nilai jual yang diberikan untuk konsumen, dan jadikan kekurangan sebagai acuan hal apa saja yang harus diperbaiki.
  • Faktor Eksternal
    Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar perusahaan. Yang paling lazim adalah mencoba membuat analisis pesaing. Hal ini melingkupi apa saja kelebihan dan kekurangan pesaingmu, kemudian lakukan riset pasar apa yang konsumen sebetulnya butuhkan.

Dengan jeli melihat peluang untuk mengembangkan usaha, konsumen akan lebih banyak yang datang. Memang untuk mendapatkan konsumen yang banyak membutuhkan waktu, tapi dari analisis peluang kamu bisa pintar membaca kesempatan. Jika semua rencana sudah dipersiapkan dengan matang, maka kamu bisa dengan mudah mencapai tujuan sesuai dengan yang diinginkan.

Mengenal Jenis-Jenis E-Commerce

Electronic Commerce atau yang lebih dikenal dengan sebutan E-Commerce merupakan serangkaian aktivitas jual dan beli secara daring melalui media elektronik. Perlu diketahui bahwa e-commerce dan marketplace tidak lah sama. E-commerce meliputi semua kegiatan transaksi yang menggunakan media elektronik. Sedangkan marketplace adalah bagian dari e-commerce, dan berfungsi sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Lebih lanjut, ada beberapa jenis e-commerce yang perlu kamu ketahui, yaitu:

  • Business to Business (B2B)
    Merupakan bentuk bisnis e-commerce dimana perusahaan menjual atau memasarkan produk atau jasanya ke perusahaan lain. Lingkup bisnis ini yang paling besar diantara yang lainnya. Jenis B2B menyediakan volume barang dan jasa yang besar dan memerlukan biaya yang besar juga.
  • Business to Consumer (B2C)
    Merupakan bentuk bisnis menjual produk atau jasanya kepada konsumen. Bisnis e-commerce ini yang paling umum di masyarakat. Pada praktiknya, B2C lebih dinamis dan praktis yang menyebabkan perkembangan bisnisnya berkembang sangat pesat.
  • Consumer to Consumer (C2C)
    Selain B2C, C2C juga merupakan yang paling populer di kalangan masyarakat. C2C merupakan rangkaian bisnis yang dilakukan konsumen ke konsumen lain. C2C dibagi menjadi dua model, yaitu marketplace dan classified. Untuk model marketplace, konsumen sebagai penjual membutuhkan wadah untuk menjual produknya supaya bisa dibeli oleh konsumen sebagai pembeli secara daring. Contoh wadah yang dikenal memfasilitasi transaksi C2C adalah Tokopedia dan Bukalapak. Sedangkan model classified memberikan kebebasan untuk konsumen berjualan dan konsumen untuk membelinya. Lazimnya sistem transaksinya dilakukan dengan metode Cash On Delivery (COD). Contoh wadah yang memfasilitasinya adalah Forum Jual Beli Kaskus.
  • Consumer to Business (C2B)
    Jenis bisnis e-commerce ini dijalankan oleh konsumen yang menawarkan produk atau jasanya untuk perusahaan. Sebagai contoh, seorang freelance graphic designer menawarkan jasanya kepada perusahaan. Situs web yang memfasilitasi bisnis ini paling umum adalah sribulancer.com.
  • Business to Administration (B2A)
    B2A adalah bisnis e-commerce yang dilakukan oleh perusahaan dan lembaga pemerintah. Perusahaan akan menawarkan produk atau jasanya untuk lembaga pemerintah.
  • Consumer to Administration (C2A)
    C2A merupakan jenis e-commerce daring dimana konsumen (yang berperan sebagai individu) melakukan transaksi kepada lembaga pemerintah. Contohnya adalah individu yang membayar iuran BPJS secara daring. Dan keuntungan yang diterima individu tersebut adalah jaminan kesehatan.
  • Online to Offline
    Merupakan serangkaian bisnis dimana produsen sebagai menawarkan produk atau jasanya secara daring untuk bisa dibeli konsumen dengan cara membeli atau mendatanginya secara luring. Sebagai contoh adalah layanan RedDoorz dan OYO.

Dari penjabaran diatas bisa diketahui bahwa setiap jenis e-commerce memiliki manfaatnya masing-masing. Selebihnya kita bisa memilih mana yang diperlukan untuk bisnis tertentu.

Kenali Beberapa Metode Pembayaran di E-Commerce

Pada dasarnya, transaksi bisnis melalui e-commerce adalah untuk memudahkan penjualan dan pembeliannya. Maka metode pembayarannya pun pastilah harus dimudahkan juga. Dan dalam tulisan kali ini kami akan mengulik beberapa metode pembayaran yang tersedia di e-commerce. Berikut adalah daftarnya:

  • Pembayaran via Kartu Kredit/Visa
    Pembayaran dengan kartu kredit termasuk yang populer di e-commerce. Ketika melakukan pembayaran dengan metode ini, pembeli hanya perlu memasukkan data kartu kredit kemudian pembayaran selesai. Terlebih juga banyak toko daring yang memberikan potongan belanja dengan metode pembayaran kartu kredit.
  • Pembayaran dengan Transfer
    Pembayaran melalui transfer juga termasuk yang paling digunakan untuk transaksi di e-commerce. Pembeli bisa melakukannya melalui mesin ATM, mobile banking, ataupun internet banking.
  • Pembayaran dengan E-Wallet
    Metode pembayaran ini tengah berkembang pesat karena kemudahannya. Contoh metode pembayaran dengan e-wallet adalah dengan Dana, Ovo, Gopay. Walau demikian, tidak semua e-wallet bekerja sama dengan satu e-commerce.
  • Pembayaran Melalui Gerai Retail
    Pembayaran jenis ini bisa dilakukan dengan mengunjungi gerai retail seperti Indomaret dan Alfamart. Kamu hanya perlu menyebutkan kode yang diberikan setelah transaksi pembelian dan sebutkan saat di kasir. Metode pembayaran jenis ini bisa dilakukan ketika tidak memiliki kartu kredit, pembayaran lewat transfer bermasalah, ataupun e-wallet tidak tersedia.
  • Cash on Delivery (COD)
    Metode jenis ini biasa dilakukan untuk konsumen yang ingin melihat terlebih dahulu keadaan produk yang ingin dibelinya, disaat yang bersamaan bila sudah terjadi deal, maka proses pembayaran dilakukan. Walau pembayaran seperti ini menghilangkan kemudahan dalam bertransaksi, nyatanya masih banyak yang melakukan pembayaran dengan metode COD.

Anti Bosan! Pakai Gaya Ini Agar Tampilan Feeds Instagram Untuk Berjualan Terlihat Keren

Media sosial saat ini tidak terbatas hanya untuk berinteraksi dengan orang lain lagi, kini media sosial menjelma menjadi tempat untuk sebagian orang berjualan. Menunjukkan pada khalayak bahwa ia sedang berjualan, banyak orang yang mencoba menampilkan citra tertentu untuk menarik pembeli. Salah satunya adalah merapikan dan mendesain tampilan feeds Instagram semenarik mungkin. Memang, gaya desain selalu berubah setiap tahunnya. Tapi ada, lho, beberapa gaya desain yang selalu menjadi tampilan untuk beberapa feeds Instagram. Bukan hanya keren, tapi juga tidak membuat calon pembeli bosan, bahkan bisa memperlihatkan profesionalisme mu. Berikut ada beberapa referensi yang bisa kamu pakai untuk merapikan feeds Instagram mu.

  1. Menggunakan Desain dengan Warna Senada
    Maksudnya adalah dengan memakai latar belakang foto dengan warna yang senada. Sebagai contoh, untuk setiap 3 post sekali kamu bisa memakai warna yang berbeda dari jenis warna pastel. Atau memakai warna primer (Merah, biru, kuning).
  2. Memakai Warna Desain Feeds Sesuai dengan Warna Brand
    Untuk gaya desain feeds ini biasa dipakai oleh banyak perusahaan besar. Selain warna desain yang mencerminkan brand tertentu, penempatan layout dan font juga disesuikan dengan Graphic Standard Manual Brand tersebut. Walau demikian, jika usahamu dirasa belum besar, kamu tetap bisa memakai desain feeds seperti ini juga. Ini menunjukkan profesionalisme.
  3. Feeds Gaya Hidup
    Selain menampilkan produk yang dijual, kamu juga boleh menampilkan foto gaya hidup seseorang. Desain feeds ini dikenal juga sebagai “Lifestyle Feeds”. Sebagai contoh, jika produk yang kamu jual adalah kue, maka foto yang bisa kamu pakai adalah orang yang sedang piknik, membaca sambil mendengarkan musik.
  4. Monotheme Feeds
    Untuk gaya feeds yang ini adalah dengan menampilkan foto produk saja. Umumnya produk akan difoto secara close-up, dan tentunya kamu harus memiliki kemampuan foto yang baik. Untuk hasil yang lebih maksimal, kamu harus memilikim memoto produkmu dengan kamera.

Sekian artikel kami tentang cara mengatur feeds Intagram untuk berjualan, semoga tulisan ini bisa membantu kamu untuk mencari referensi. Semoga beruntung.

Cocok Dijadikan Ide Bisnis, Produk Ini Selalu Menjadi yang paling Dicari di E-Commerce

Belanja produk daring melalui e-commerce sudah tidak asing lagi di zaman modern ini. Kepraktisan berbelanja hingga banyaknya promo yang diberikan pihak e-commerce selalu menjadi alasan banyak orang untuk beralih dari belanja luring menjadi belanja daring. Dilansir dari merdeka.com, dari data yang dihimpun dari riset Kredivo Katadata Insight Centre (KIC), menemukan fakta bahwa tingkat kepercayaan masyarakat pada e-commerce selalu naik. Hal itu bisa terlihat dari jumlah rata-rata transaksi e-commerce per bulan dari kuartal pertama ke kuartal akhir 2019 terus meningkat.

Tapi, tahukah kamu, semenjak tahun 2018 ada satu kategori produk di e-commerce yang selalu tinggi tingkat transaksinya. Ya, kategori fesyen menjadi yang nomor wahid.

Data diatas juga didukung oleh laporan Nielsen pada tahun 2018 dalam Consumers Claimed Purchasing, bahwa fesyen menjadi yang terlaris dan sebanyak 61% konsumen membelinya secara daring.

Kemudian dalam sebuah data yang dihimpun oleh KIC pada tahun 2020, melaporkan bahwa pada tahun 2019 fesyen dan aksesori pendukungnya menjadi barang yang paling dicari kedua setelah kategori gawai dan aksesorinya. Karena masyarakat yang heterogen dan manusia cenderung menyukai hal-hal terbarukan, makan produk fesyen masih menjadi yang paling banyak dicari.

Masih dari KIC, Direktur Riset KIC, Mulya Amri, mengatakan bila peningkatan transaksi e-commerce dipengaruhi oleh banyaknya pengguna di kalangan Gen Z dan Millenial. Generasi tersebut berkonstribusi hingga 85% dari total transaksi. Rata-rata pengguna e-commerce bisa belanja dari 17-26 kali dalam satu tahun untuk semua usia.

Memaksimalkan Media Sosial Sebagai Wadah Untuk Berbisnis Daring

Adalah sebuah keniscayaan bahwa zaman selalu berubah. Baik dalam bidang apapun, siapapun orangnya, mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan zaman agar bisa terus bersaing untuk terus bertahan. Tak terkecuali dalam bidang bisnis. Layaknya teknologi, tren bisnis terus melaju ke arah daring dari kovensional. Sudah seyogyanya bagi para pelaku bisnis untuk terus mengikuti tren dan memahami bagaimana bisnis bisa bekerja di zaman daring.

Dari sekian banyak cara, salah satu yang paling sering dijumpai adalah berbisnis dengan memanfaatkan media sosial yang dimiliki. Media sosial merupakan sarana yang bisa dilakukan manusia untuk bisa berinteraksi satu sama lain secara daring. Sebut saja Instagram, Facebook, Line, media sosial yang bisa digunakan untuk bersosialisasi dengan rekan, kolega, ataupun bertemu dengan orang baru secara daring.

Data dan Alasan Untuk Berbisnis Lewat Media Sosial

Media sosial masih menjadi yang teratas sebagai platform yang digunakan masyarakat Indonesia untuk transaksi e-commerce. Menurut data dari databoks.katadata.co.id, yang dihimpun dari Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) pada tahun 2017, transaksi daring melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram mencapai persentase 66%. Di posisi wahid ada Facebook dengan persentase 43% sebagai yang mengambil pangsa pasar.

Di sisi lain, survei yang dilakukan startup logistik berbasis teknologi, Paxel, kepada 535 penjual daring di Indonesia, menunjukkan bahwa pelaku UKM lebih suka memakai Whatsapp sebagai media untuk berbisnis daring. Tapi meski demikian, 87% dari mereka memakai lebih dari satu platform untuk memasarkan produk dagangannya. Secara berurutan, pelaku UKM lebih sering memakai Whatshapp (84%), Instagram (81%), Shopee (53%), Facebook (36%), Tokopedia (29%), dan terakhir Bukalapak (18%).

Masih dari survey yang dilakukan Paxel, Paxel menemukan data bila kepemilikan toko secara fisik sudah tidak relevan lagi di era digital. Ada 83% pelaku bisnis daring mengaku tidak memiliki toko fisik, da nada 14% pelaku bisnis daring yang telah menutup toko fisiknya untuk beralih ke toko daring. Alasan utamanya adalah berjualan secara daring lebih mendatangkan keuntungan.

Melihat data-data yang telah disampaikan, tentu tidak ada salahnya bila mencoba bisnis secara daring melalui media sosial. Kamu tidak mau, kan, untuk kehilangan potensi yang besar ini? Sudah barang tentu untuk memiliki konsumen yang banyak menjadi kesenangan untuk para pelaku bisnis.

cropped-logo1-1.png

Alamat Kami

Jl. Ciwulan no. 34 Cihapit
Bandung, Jawa Barat
40114

18 Office Park Lantai 10 Unit A
Jl. TB Simatupang No. 18
Jakarta Selatan, Indonesia
12520

Email: hello@nectico.com
WhatsApp: +62 813 2536 888

Dapatkan Informasi Terbaru Nectico!

© Copyright 2020 PT Nectico Nusantara Teknologi. All Rights Reserved.

cropped-logo1-1.png

Alamat Kami

Jl. Ciwulan no. 34 Cihapit
Bandung, Jawa Barat
40114

18 Office Park Lantai 10 Unit A
Jl. TB Simatupang No. 18
Jakarta Selatan, Indonesia
12520

Email: hello@nectico.com
WhatsApp: +62 813 2536 8885

© Copyright 2020 PT Nectico Nusantara Teknologi. All Rights Reserved.

× Butuh Bantuan?